Fadjar Majardi: Banua QRIStival 2026 Dorong Percepatan Digitalisasi

Fadjar Majardi: Banua QRIStival 2026 Dorong Percepatan Digitalisasi
BANJARMASIN-Suasana rangkaian Banua QRIStival 2026 digelar Bank Indonesia Kalimantan Selatan di 0 Kilometer Banjarmasin.(foto:humas bi)

BANJARMASIN, Dinamikakalimantan.com-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (BI Kalsel) kembali menyelenggarakan Banua QRIStival 2026 pada tanggal 23 sampai 24 Mei 2026 di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

“Banua QRIStival bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini adalah wujud kolaborasi nyata antara Bank Indonesia, penyedia jasa pembayaran dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kalsel, ” ujar Kepala Perwakilan BI Kalsel Fadjar Majardi, dalam siaran pers, Minggu (24/05/2026).

Menurut Fadjar Majardi, Banua QRIStival 2026 dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat antusias menggunakan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel pada Banua Qristival 2026 kali ini mencanangkan Kawasan Menara 0 KM menjadi kawasan wisata digital pertama di Kalsel sekaligus menjadikan QRIS sebagai kanal pembayaran utama yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.

Sementara, Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Plh Sekretaris Daerah Kalsel Subhan Nor Yaumil menyambut baik penyelenggaraan Banua QRIStival 2026 telah menjadi bagian dari Calendar of Event Kalsel.

“Banua QRIStivaI adalah bukti nyata sinergi pemerintah lrovinsi, Bank Indonesia dan mitra strategis dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi pembayaran di daerah. Saya mengapresiasi penyelenggaraan tahun ini yang tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga mendorong pelestarian seni dan budaya khas Kalsel sebagai identitas daerah yang patut kita banggakan, ” ungkapnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam mengakselerasi digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, penyedia jasa pembayaran, perbankan, dan UMKM, sebut dia, digitalisasi diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari transaksi belanja pemerintah hingga layanan publik berbasis digital.

“Masyarakat pun didorong untuk menjadikan transaksi digital sebagai gaya hidup yang praktis, modern, inklusif dan berkelanjutan,” harapnya.

Memasuki penyelenggaraan di tahun ketiganya, Banua QRIStivaI hadir dengan konsep dan inovasi baru memadukan semangat digitalisasi pembayaran dengan pelestarian seni budaya khas Kalsel menjadikannya Iebih dari sekadar festival melainkan momentum strategis percepatan ekosistem pembayaran digital inklusif dan modern di Bumi Banua.

Data terkini menunjukkan adopsi QRIS di Kalsel terus bertumbuh dan potensi perluasannya masih sangat besar.

Per Maret 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 832.209 orang atau baru sekitar 19 persen dari total penduduk Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlah merchant QRIS mencapai 564.547, sementara volume transaksi tercatat sebanyak 24.696.906 transaksi.

Banua QRIStival 2026 diselenggarakan selama dua hari dengan menghadirkan beragam kegiatan olahraga dan hiburan, mulai dari Fun Run, Fun Zumba, Fun Walk, Fun Fit, hingga berbagai perlombaan dan permainan interaktif.

Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan nuansa budaya lokal berupa, tari kreasi daerah, band kontemporer, fashion Show sasirangan dan perlombaan permainan tradisional.

Pada hari ke dua, dilaksanakan simulasi penggunaan QRIS di kawasan Menara 0 KM Banjarmasin yang sekaligus menjadi simbol pencanangan kawasan wisata digital di lokasi tersebut.(rian/rilis)

 

You cannot copy content of this page