Pimpin Rakor Operasi Ketupat Telabang, Plt. Sekda Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor Pastikan Mudik Berjalan Kondusif
Palangka Raya, dinamikakalimantan.com – Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menegaskan menegaskan bahwa Idulfitri adalah momentum keagamaan sekaligus periode meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Idulfitri bukan sekadar ibadah rutin, tetapi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata di Kalimantan Tengah,” tutur Leonard.
Leonard menyampaikan meskipun pergerakan masyarakat pada 2026 diprediksi menurun 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seluruh pihak tetap harus meningkatkan kewaspadaan.
“Kita harus mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan penumpang pada masa mudik dengan menyiapkan langkah pengamanan dan pelayanan secara optimal,” tegas Leonard.
Leonard juga menekankan pentingnya sinergi seluruh sektor untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Hilangkan ego sektoral dan pastikan masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Kesiapan jalan, stabilitas bahan pokok dan BBM, layanan kesehatan 24 jam di jalur mudik, serta semangat Huma Betang untuk menjaga toleransi dan kerukunan harus dijaga,” pungkas Leonard.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan dalam arahannya menegaskan bahwa paradigma Operasi Ketupat harus dipahami secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada arus mudik dan balik.
“Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada arus mudik dan balik, tetapi menjadi operasi pelayanan selama bulan suci Ramadan secara menyeluruh,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan bahwa pengamanan juga mencakup ibadah tarawih, tadarus, pembagian zakat, serta pusat keramaian dan tempat wisata.
“Kita harus menjamin kekhusyukan ibadah Ramadan, menjaga rumah ibadah, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuh Iwan.
Iwan juga memberi atensi khusus terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada periode operasi sebelumnya.
“Saya berharap pada Operasi Ketupat 2026, angka kecelakaan dapat ditekan, bahkan tanpa korban meninggal dunia. Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2025, masih terdapat korban fatal akibat kecelakaan lalu lintas, sehingga upaya preventif dan penegakan hukum perlu terus ditingkatkan.” tandas Iwan.
Kepala Bagian Operasi Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Sugeng Riyadi dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakor Lintas Sektoral diikuti 171 peserta dari berbagai unsur.
“Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 diikuti 171 peserta dari unsur PJU, Kapolres jajaran, dan instansi lintas sektoral,” papar Sugeng.
Sugeng menjelaskan bahwa rakor bertujuan memberikan gambaran menyeluruh kepada pimpinan mengenai kesiapan pelaksanaan operasi.
“Laporan ini menjadi masukan bagi pimpinan untuk perbaikan pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026 ke depan. Operasi ini direncanakan berlangsung 14 hari, melibatkan 2.350 personel gabungan, yakni 849 personel Polda dan jajaran serta 1.501 personel instansi terkait. Sebanyak 24 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu akan didirikan di titik strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” jelas Sugeng.
Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, Operasi Ketupat Telabang 2026 optimistis berjalan tertib dan lancar, sehingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Tengah dapat berlangsung kondusif. (Red/MMC Kalteng)
